KEPUNTEN – Menjelang hari raya Idul Fitri yang penuh kegembiraan, ada hal penting yang perlu kita waspadai bersama. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai kenaikan kasus penyakit Campak di Indonesia. Mengingat mobilitas warga yang tinggi saat Lebaran (mudik dan silaturahmi), risiko penularan penyakit ini meningkat drastis.
Berdasarkan data terbaru, terdapat ribuan kasus suspek campak di berbagai wilayah, bahkan dilaporkan adanya korban jiwa pada anak-anak akibat komplikasi campak. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kepunten mengajak seluruh warga untuk lebih peduli dan mengenali penyakit ini.
Apa Itu Campak dan Mengapa Berbahaya?
Campak bukan sekadar "demam bercak merah" biasa. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular melalui percikan ludah saat batuk atau bersin. Jika tidak segera ditangani atau jika kondisi tubuh anak lemah, campak bisa menyebabkan komplikasi berat seperti:
Kenali Gejalanya Sejak Dini
Bapak dan Ibu warga Desa Kepunten, segera bawa si kecil ke bidan desa atau Puskesmas Tulangan jika menemukan tanda-tanda berikut:
Mengapa Harus Waspada Saat Lebaran?
Saat Lebaran, kita akan banyak bertemu dengan keluarga dari luar kota atau berkunjung ke tempat keramaian. Virus campak bisa "ikut mudik" dan menular dengan cepat di kerumunan. Anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap menjadi sasaran paling rentan.
Tips Lindungi Buah Hati (Edukasi untuk Orang Tua):
Kesehatan anak-anak kita adalah masa depan desa kita. Jangan ragu untuk memeriksakan anak ke Posyandu Desa Kepunten. Mari kita sambut Lebaran dengan hati tenang dan keluarga yang sehat. (AR)
Sumber: Kemenkes RI, Tempo.co, Kumparan.